“Abaikan aturan,” Truk Pengangkut Pasir PT Indra Bumi Sentosa operasi di luar jam

PASURUAN|Aktivitas truk pengangkut pasir milik PT Indra Bumi Sentosa  kembali menuai sorotan. Perusahaan tersebut diduga mengabaikan aturan jam operasional, dengan tetap beroperasi tanpa memperhatikan kenyamanan warga di wilayah Sebalong, Sanganom, dan Watestani.

DLH Kab Pasuruan

Keluhan warga semakin memuncak. Salah satu warga Sebalong berinisial NR, yang sempat membuntuti kendaraan pengangkut pasir dan mendokumentasikan aktivitas tersebut, menyampaikan kekecewaannya.

“Tambang pasir ini semakin lama semakin berkuasa dan mengabaikan peraturan. Jangan mentang-mentang dibackingi. lalu seenaknya. Sebalong ini bukan hanya milik Doni. Jangan sok berkuasa, hargai masyarakat,” ujarnya dengan nada geram.

NR juga menyoroti dampak langsung terhadap masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sepanjang jalur angkutan tambang.

“Hampir 3.000 jumlah penduduk, dan sekitar 30% tinggal di pinggir jalan. Kami juga butuh istirahat. Polsek Nguling dan Polresta Pasuruan jangan tutup mata dan telinga.

“Kami tidak pernah ribut soal jalan, meskipun setiap hari harus makan debu. Tapi tolong pahami aturan,” tegasnya.

Tak hanya itu, warga juga berencana membawa persoalan ini ke instansi terkait.

“Gambar ini akan kami kirimkan ke DLH Pasuruan. Kami ingin melihat sejauh mana keberanian pemerintah dan aparat penegak hukum Pasuruan dalam mengambil tindakan tegas,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Indra Bumi Sentosa  maupun aparat setempat terkait dugaan pelanggaran jam operasional tersebut.

Dan hal yang sangat disayangkan oleh awak media adalah sikap yang tidak kooperatif dan adanya penyesatan informasi oleh Siti, pegawai DLH. Ia.  menyampaikan bahwa DLH tidak mengurusi soal tambang tetapi Bina Marga SDA (Sumber Daya Air)

“DLH tidak mengurusi soal tambang pak coba sampean ke Bina Marga SDA,”  ujar siti pegawai DLH

Baca Juga  Gandeng Mahasiswa, LSM, dan Media, Polres Pasuruan Bagikan 500 Bendera di Terminal Cargo, Luwung, Beji Pasuruan.

“Adanya kerusakan lingkungan yang parah DLH tidak mengurusi,” ujar newmemojatim.

Hal yang sangat tidak relevan dan seakan ada nya pembiaran dan adanya indikasi sesuatu yang di tutupi adanya aktivitas tambang tersebut

Adanya hal terkait aktivas tambang yang kembali beroperasi dikonfirmasi ke Bina Marga SDA malah kembali diarahkan ke DLH yang mengurusi tentang tambang dan adanya kerusakan lingkungan.

Cerminan bobroknya birokrasi yang seolah olah adanya permainan terselubung adanya sesuatu yang janggal dan lebih besar untuk di tutupi.@red