SIDOARJO|Penderitaan warga di wilayah RT 02 RW 02, Desa Wonoplintahan, seolah tidak pernah menemui titik terang. Selama bertahun-tahun, warga di lingkungan ini harus menelan pil pahit akibat kondisi infrastruktur jalan yang tak kunjung mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang.
Setiap kali hujan mengguyur, kawasan tersebut berubah menjadi aliran sungai dadakan yang merendam pemukiman dan melumpuhkan aktivitas harian masyarakat.
Persoalan utama yang menjadi akar masalah adalah sistem drainase yang sudah tidak berfungsi serta level ketinggian jalan yang berada jauh di bawah permukaan air saat hujan deras.
Akibatnya, air tidak memiliki saluran pembuangan yang memadai dan langsung meluap ke badan jalan hingga masuk ke dalam rumah-rumah warga.
Kondisi ini membuat warga selalu merasa was-was setiap kali langit mulai mendung, karena mereka tahu bahwa genangan air yang membawa lumpur akan segera mengotori lantai rumah mereka.
Sebagai bentuk pertahanan diri, warga RT 02 terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menutup total akses jalan setiap kali banjir melanda. Penutupan jalan ini dilakukan bukan tanpa alasan yang kuat.
Warga menyadari bahwa kendaraan yang nekat melintas, terutama mobil, akan menciptakan gelombang air yang mendorong debit air masuk lebih deras ke dalam rumah.
Selain untuk melindungi bangunan, penutupan ini juga bertujuan mencegah para pengendara terperosok ke dalam lubang-lubang jalan yang tidak terlihat karena tertutup keruhnya air banjir.
Ketidakpedulian terhadap kondisi jalan ini memicu kekecewaan mendalam bagi masyarakat setempat. Mereka merasa bahwa wilayah RT 02 RW 02 seolah dianaktirikan dalam program pembangunan desa, padahal jalan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga sehari-hari.
Hingga saat ini, belum ada langkah nyata dari pemerintah desa maupun dinas terkait untuk melakukan normalisasi saluran atau peninggian badan jalan guna mengakhiri siklus banjir tahunan yang telah merugikan warga secara materi maupun tenaga.
Warga hanya bisa berharap agar keluhan yang sudah bertahun-tahun disuarakan ini tidak lagi berakhir di meja birokrasi tanpa tindakan.
Mereka mendambakan perubahan nyata agar tidak perlu lagi menutup jalan atau menguras air setiap kali hujan turun, dan agar hak mereka untuk mendapatkan infrastruktur yang layak segera dipenuhi demi kenyamanan serta keselamatan bersama.@asmaul

