Pengurus PT Migas Indonesia Jaya sulit dan berbelit belit menerima konfirmasi wartawan terkait adanya sopir dan kernet dugaan mau kencingkan solar non subsidi dengan dalih “berak”

MALANG | Aktivitas pengiriman solar non subsidi PT  Migas Jaya Indonesia ke pada PT Greenfield Indonesia Daery Fram Ngajum Malang mendapat sorotan publik. Ini karena adanya aktivitas mencurigakan dari kernet dan sopirnya yang diduga berupaya mengurangi ukuran solar (kencing) pada tangki truk pengiriman plat nomor W 9551 UO di Jalan Raya Wagir Malang, Senin (1/3/26)

Saat hal ini dikonfirmasikan, sopir melakukan pembelaan dengan dalih mengeluarkan tong hanya untuk berak. Ini tentu tidak masuk akal, sebab wadah tong berisi sisa solar, dan lokasi berada di pinggir jalan raya dan sangat gelap.

“Buat ambil air untuk berak,” jawab sopir. Ditanya manamungkin setelah berak ceboknya pakai solar?, sopir kembali mengelak kalau solar tersebut untuk menyiram ban agar tidak panas.

Anehnya, ini malam hari, dan di lokasi berhenti mobil tidak ditemukan adanya got atau aliran air untuk berak. Dengan begitu, ini semacam alasan yang di buat untuk pembenaran aksi tersebut

Aksi yang keburu diketahui oleh tim media dan lembaga tersebut saat di konfirmasikan kepada pengurus PT Migas Indonesia Jaya mendapatkan respon yang tidak baik serta terkesan memutar balikan fakta dan menuduh tim lembaga dan media mencari kesalahan aksi sopir dan kernet

Kepada tim media, Eko, pengurus PT Migas Indonesia Jaya yang dihubungi melalui WhatsApp-nya mengatakan tim media dan lembaga melakukan penghadangan mobil tangki pengangkutan dan saat hal tersebut di sampaikan dan ditanyakan kepada sopir apakah ada aksi penghadangan kendaraan menjawab tidak ada pengurus PT migas jaya Indonesia serta keberatan apabila disampaikan kepada saudara sony yang diketahui menurut informasi yang di dapat tim media sebagai marketing PT migas Indonesia jaya serta langsung mematikan ponsel

Baca Juga  Pimpin Sertijab, Kapolres Pasuruan Tekankan pejabat baru Wilayahnya Aman dari Gangster dan Narkoba

“Bapak kok berani menghentikan kendaraan PT migas Indonesia jaya”ucap eko

” Siapa yang menghentikan dan menghadang kendaraan pak ” Jawab media

“Coba tanya sopir sampean apakah di hadang atau di berhentikan” lanjut tim media

“Tidak ada penghadangan pak jawab” sopir melalui sambungan telpon yang di loud speaker”

Kesan pembenaran suatu masalah dan pemutar balik an fakta sangat terkesan oleh pengurus PT Migas Indonesia Jaya saudara eko yang sangat menimbulkan kecurigaan publik adanya dugaan korporasi dan jalinan kerjasama antara sopir dan kernet adanya aktivitas  kencingkan solar non subsidi yang keburu ketahuan tim media dan lembaga dijalan wagir malang yang dapat merugikan customer atau pelanggan PT Greenfield Indonesia Daery Fram

Seandainya aksi sopir dan kernet pengiriman PT migas Indonesia jaya tidak di ketahui oleh tim media dan lembaga maka akan sangat merugikan customer PT Greenfield Indonesia daery farm serta seyogyanya pihak management atau pengurus PT migas Indonesia jaya mengambil sikap welcome menerima aduan publik dan aduan masyarakat serta tidak memutar balik an fakta dengan membuat opini atau narasi pembenaran dengan menuduh media atau lembaga melakukan pemberhentian dan penghadangan mobil pengiriman PT migas Indonesia jaya @red