PASURUAN| Dugaan percobaan pembunuhan terhadap Pimpinan Redaksi (pimred) Cakra Nusantara terus menyita perhatian publik. Perkara yang terjadi di wilayah hukum Polsek Nguling ini kini menjadi sorotan tajam masyarakat yang menuntut penanganan serius dan tanpa kompromi.
Perkembangan terbaru menunjukkan proses penyelidikan masih berjalan. Pada Rabu (18/2/26), jajaran kepolisian melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari tahapan pengumpulan alat bukti untuk memperjelas konstruksi hukum atas kejadian yang dilaporkan.
Meski demikian, situasi dilapangan dilaporkan masih menyisakan ketegangan.
Pihak korban dan keluarga mengaku khawatir terhadap potensi konflik susulan, mengingat sebelumnya sempat terjadi dinamika antara keluarga korban dan pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Kondisi ini memunculkan desakan keras dari berbagai pihak agar aparat tidak “main mata” dan bertindak profesional sesuai prosedur hukum. Publik menilai, perkara yang menyangkut keselamatan jiwa tidak boleh ditangani setengah hati atau berlarut-larut tanpa kepastian.
Pihak keluarga korban meminta kepastian hukum yang jelas, termasuk langkah-langkah konkret untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah adanya tindakan yang dapat menghambat proses penyelidikan.
Desakan juga datang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Gempar. Ketua DPP LSM tersebut, Bang Tyo, secara terbuka meminta Kapolsek Nguling mengambil langkah tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Penanganan perkara seperti ini tidak boleh berlarut-larut. Aparat harus memastikan keamanan semua pihak, termasuk korban, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Jika alat bukti telah mencukupi, maka langkah hukum sesuai prosedur harus segera dilakukan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara objektif, terukur, dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, tanpa mengabaikan rasa keadilan masyarakat.
Publik kini menanti pernyataan resmi dari Kapolsek Nguling terkait hasil pemeriksaan para saksi serta arah penanganan perkara ke depan. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum serta mencegah spekulasi liar yang dapat memperkeruh situasi.
Sejumlah tokoh masyarakat setempat turut mengimbau agar seluruh pihak menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat. Mereka berharap penyelidikan berjalan cepat, profesional, dan memberikan kejelasan status hukum bagi pihak-pihak yang terlibat.
Kasus ini menjadi ujian integritas aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah sekaligus menegakkan hukum secara adil dan proporsional.
Masyarakat berharap setiap tahapan dilakukan sesuai prosedur, tanpa intervensi maupun tekanan, demi terciptanya rasa keadilan dan kepastian hukum bagi semua pihak.@

