Aksi Massa Mengguncang AQUA Gondangwetan, Tuntut Penutupan dan Bongkar Dugaan Pembohongan Publik

PASURUAN | Gelombang protes terhadap operasional PT Tirta Investama (AQUA) di Kecamatan Gondangwetan kembali memuncak. Forum Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (Formapan) bersama sejumlah LSM menggelar aksi besar di depan gerbang pabrik, menuntut penutupan permanen pabrik AMDK tersebut. Mereka menuding perusahaan melakukan pelanggaran serius, mulai dari kerusakan infrastruktur akibat truk overtonase, hingga dugaan iklan menyesatkan terkait asal-usul sumber air AQUA.

Aksi Formapan dan sejumlah LSM Pasuruan ini makin memanas ketika massa melakukan aksi simbolik pemecahan galon AQUA tepat di depan pintu pabrik. Deretan galon diletakkan di tengah kerumunan, lalu dibanting satu per satu sebagai bentuk penolakan keras terhadap aktivitas perusahaan.

Unjuk rasa semakin memanas ketika massa melakukan aksi simbolik pemecahan galon AQUA tepat di depan pintu pabrik. Deretan galon diletakkan di tengah kerumunan, lalu dibanting satu per satu sebagai bentuk penolakan keras terhadap aktivitas perusahaan.

“Ini simbol bahwa masyarakat sudah tidak percaya lagi! Jalan rusak, air warga menipis, tapi mereka terus produksi tanpa peduli lingkungan,” teriak H. Sugeng Samiadji, koordinator aksi, di tengah kepulan emosi massa.

Ia menegaskan bahwa armada truk AQUA yang melintas di jalan kelas III diduga kuat melebihi batas tonase, sehingga mempercepat kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kerugian infrastruktur ini disebut merugikan warga sekaligus membebani anggaran pemerintah daerah.

Di sisi lain, tudingan semakin tajam ketika Formapan membeberkan dugaan ketidaksesuaian klaim sumber air. Berdasarkan temuan di lapangan, air produksi AQUA Gondangwetan diduga berasal dari sumur bor, bukan mata air alami sebagaimana yang sering ditampilkan dalam materi promosi.

“Kalau izinnya tiga sumur, kenapa yang terdaftar cuma dua?, Ini harus diusut. Jangan-jangan eksploitasi airnya lebih besar dari yang dilaporkan,” ujar Muslim, Ketua LSM LIRA Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga  Carnival HUT RI ke-80, Warga Desa Rebono Tumpah Ruah di Lapangan

Kemarahan massa juga diarahkan kepada Pemkab Pasuruan yang dinilai tumpul dan tidak tegas. Solikhul Aris, advokat dari Konggres Indonesia, mengecam lemahnya sikap bupati.

“Jika tidak mampu menindak dan mengaudit perusahaan sebesar AQUA, lebih baik mundur dari jabatan. Masyarakat menunggu tindakan, bukan diam,” katanya lantang.

Aksi ditutup dengan ancaman tegas. Jika pemerintah dan aparat penegak hukum tidak mengambil tindakan, massa berjanji akan memblokade total akses keluar-masuk pabrik AQUA Gondangwetan.

“Kami tidak main-main. Kalau tidak ada langkah nyata, gerbang ini akan kami tutup total,” tegas Muslim disambut gemuruh massa.@har